Pages

Wednesday, September 29, 2010

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)



PENGERTIAN PLC
Programmable Logic Controller atau lebih dikenal dengan PLC pertama kali diperkenalkan oleh pendiri Medicon Corporation yaitu Richard E. Morley pada tahun 1969. Menurut National Electrical Manufacturing Assosiation (NEMA), PLC didefinisikan sebagai suatu perangkat elektronik digital dengan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-intruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, sekuensial, timming, counting dan aritmatika untuk mengontrol suatu mesin industri atau proses industri sesuai yang diinginkan. PLC mampu mengerjakan suatu proses terus menerus sesuai variable masukan dan memberikan keputusan sesuai keinginan pemrograman sehingga nilai keluaran tetap terkontrol.
PLC pada awalnya sebagai alat elektronik untuk menggantikan panel relay. Pada saat itu PLC hanya bekerja untuk kondisi ON-OFF untuk mengendalikan motor, solenoid, dan actuator. Alat ini mampu mengambil keputusan yang lebih baik dibandingkan relay biasa. PLC pada awalnya banyak digunakan pada bagian otomotif. Sebelum adanya PLC, sudah banyak peralatan kontrol sequence, ketika relay muncul, panel control dengan relay menjadi control sequence yang utama. Ketika transistor muncul, solid state relay diterapkan untuk control kecepatan tinggi.
Dengan ditemukannya chip mikroprosesor pada tahun 1978, kemampuan computer untuk segala jenis system otomatisasi semakin meningkat dengan harga yang terjangkau. PLC merupakan computer digital sehingga memiliki processor, unit memori, unit control, dan unit I/O. PLC memiliki perbedaan dengan komputer dalam beberapa hal, antara lain :
1. PLC dirancang untuk berada di lingkungan industry yang mungkin banyak debu, panas, guncangan, dan sebagainya.
2. PLC harus dapt dioperasikan serta dirawat dengan mudah oleh teknisi pabrik.
3. PLC sebagian besar tidak dilengkapi dengan monitor, tetapi dilengkapi dengan peripheral portyang berfungsi untuk memasukkan program sekaligus memonitor data atau program.
Operasi yang dapat dilakukan oleh PLC antara lain :
1. Relay logic
2. Penguncian ( locking)
3. Pencacahan (counting)
4. Penambahan
5. Pengurangan
6. Pewaktu (timing)
7. Kendali PID
8. Operasi BCD
9. Manipulasi data
10. Pembandingan
11. Pergeseran
LADDER DIAGRAM
Diagram Ladder menggambarkan program dalm bentuk grafik. Diagram ini dikembangkan dari kontak-kontak relay yang terstruktur yang menggambarkan aliran arus listrik. Dalam diagram ladder terdapat dua buah garis vertikal dimana garis vertikal sebelah kiri dihubugnkan oleh sumber tegangan positif catu daya dan garis sebelah kana dihubungkan dengan sumber tegangan negatif catu daya.
Penulisan program ladder menggunakan bentuk pictoral atau simbol yang secara umum mirip dengan rangkaian kontrol relay. Tampilan program pada layar berbentuk elemen-elemen seperti normally open, normally closed, timer, counter, sequencer dll ditampilkan seperti dalam bentuk pictoral.
Peraturan secara umum da dalam menggambarkan program ladder diagram adalah :
1. Daya mengalir dari rel kiri ke rel kanan
2. Output koil tidak boleh dihubungkan secara langsung di rel sebelah kiri
3. Tidak ada kontak yang diletakkan disebelah kanan output coil
4. Hanya diperbolehkan satu output koil pada ladder line (rung)

Gambar Diagram Ladder
Diantara dua garis tepi dipasang kontak-kontak yang menggambarkan control dari switch, sensor atau output. Satu baris dari diagram disebut dengan satu rung. Input menggunakan symbol [ ] (kontak normally open) dan [/] (kontak normally close). Output dengan simbol ( ) yang terletak paling kanan.
OPERASI LOGIKA PLC
Kontak ON-OFF

Gambar kontak lampu on-off
Logika OR

Gambar operasi logika OR
Logika AND

Gambar operasi logika AND
Logika NOR

Gambar operasi logika NOR
Logika EXOR

Gambar operrasi logika EXOR
Logika EXNOR

Gambar operasi logika EXNOR
KONFIGURASI PLC
Konfigurasi utama dalam konfigurasi PLC yaitu :
1. Unit Power Supply
Berfungsi memberikan tegangan pada blok CPU PLC, biasanya berupa switching power supply.
2. CPU (Central Processing Unit) PLC
Bagian ini merupakan tempat pengolahan program sehingga system kontro yang telah kita desain dapat bekerja seperti yang kita inginkan. CPU PLC bervariasi tergantung merk dan tipe PLC-nya.
3. Memori unit
Bagian ini terdiri dari RAM, EPROM, dan EEPROM.
4. Input unit (contoh PLC Omron)
Input digital : Input Point Digital
- DC 24V input
- Dc 5V input / TTL (Transistor Transistor logic)
- AC/DC 24V input
- AC 110V input
- AC 220V input
Input analog : Input Point Linaer
- 0-10V DC
- -10V DC – 10V DC
- 4-20 mA DC
5. Output unit
Output digital : Output Point Digital 1.
- Relay output
- AC 110V output
- AC 220V output
- DC 24V out, tipe NPN dan tipe PNP.
Output analog : Output Point Linier.
- 0-1V DC
- -10V DC – 10V DC
- 4-20 mA DC
6. Peripheral
Yang termasuk dalam peripheral dalam PLC adalah:
1. SSS (Sysmac Support Software)
2. PROM writer
3. GPC (Graphic Programming Console)
4. FIT (Factory Inteligent Terminal)

No comments:

Post a Comment