Pages

Wednesday, December 29, 2010

LIBURAN DI JOGJA




Sangat menyenangkan ketika pekerjaan kita telah selesai dan ada waktu untuk berlibur bersama orang-orang terdekat kita...
Hmmmm, sepertinya asyik…^_^
Jogja, salah satu kota istimewa yang tidak pernah sepi dari wisatawan, domestik atau manca Negara sama saja. Yang pasti keduanya menikmati wisata Jogja yang unik, menarik, dan beragam.
Malioboro, Keraton, Parang Tritis, Kaliurang, Taman Sari, Benteng Vredeburg, Pantai Baron, Krakal, dan Kukup, merupakan objek wisata yang tidak pernah sepi didatangi wisatawan. Weh, mantab…. Selain yang tertulis diatas, masih banyak lagi objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi.
Heit, sebentar…
Mari kita sedikit melihat ke sisi lain.
Jogja, dikenal sebagi kota pelajar. Terbukti dengan banyak berdirinya perguruan tinggi maupun sekolahan. Hal ini memang pantas menjadi simbol kota pelajar diukur dari jumlah perguruan tinggi dengan luas wilayahnya. Sangat sesuai (ini pendapat pribadi lho…^_^). Tumbuh dan berkembangnya perguruan tinggi di Jogja mengundang pendatang dari luar kota untuk menimba ilmu disini. Jogja menjadi kota yang plural, banyak kebudayaan dari luar Jogja yang masuk.
Hehe, masih belum jelas apa sebenarnya inti tulisan ini…?! Baca lanjutannya….^_^
Dengan masuknya pendatang dari luar kota untuk menimba ilmu ( selanjutnya kita sebut kuliah saja, daripada menimba ntar pada capek :-P), maka dibutuhkan tempat untuk berteduh (halah ribet, kita sebut saja kos). Penduduk asli yang memiliki rumah ataupun pekarangan yang luas kemudian memanfaatkan kondisi ini. Mereka tidak perlu berpikir sekian kali untuk menyediakan kamar kos bagi pendatang yang berkuliah di Jogja. Dengan ukuran sekian kali sekian dirasa cukup untuk sekedar istirahat dan mengerjakan tugas, patokan harga sewa pun disetujui oleh pemilik kos dan orang yang nge-kos (selanjutnya kita sebut koser, hehe…^_^).
Kos-kosan menjadi sektor ekonomi strategis bagi warga sekitar kampus. Hanya modal bikin bangunan dan mbagi ukuran2 kamar, rupiah pun gak perlu permisi buat dateng. Hehe…
Jaminan ekonomi warga jogja terutama sekitar kampus tidak perlu dipertanyakan lagi. Sudah pasti berkecukupan. Untung berlipat malah iya, walah walah…
Masyarakat sekitar kampus sangat diuntungkan dengan kondisi ini, banyak pula bermunculan usaha-usaha pemenuhan kebutuhan koser. Mulai warung makan, warnet, fotokopi, rental komputer dan print, toko buku, bengkel, dan masih banyak lagi. Kalo disebutin semua ntar malah kaya’ ngiklan…:-P.
Kembali lagi, ini merupakan sector ekonomi yang sangat menguntungkan dan menunjang kehidupan warga sekitar kampus.
Iya deh percaya, trus apa hubungannya dengan judul yang diatas…?! Gak nyambung kaleee…
Yup, menilik lagi ke judul postingan ini. LIBURAN DI JOGJA
Selama waktu liburan, kegiatan perekonomian sekitar kampus cenderung lumpuh. (agak berlebihan kaya’nya).  Para koser pada mudik, kan kuliah libur. Pantes aja kalo perekonomian warga sekitar berkurang pendapatannya. Fotokopi gk jalan, warnet tinggal OP-nya, toko buku Cuma 1-2 yang dteng, mmmmmm apa lagi ya, owh iya, warung makan. Drastis banget perubahannya. Yakin, dengan datangnya musim liburan kampus, warung makan cenderung tidak laris. Paling Cuma warga sektar yang beli, itupun seberapa. Ini berdasarkan pengamatan dari penulis aja, kalo ada yang protes boleh bikin postingan laen ^_^. Yang sangat terlihat adalah penjual makan malam, atau lebih kerennya penyetan. Pada gak jualan kalo musim libur. Bener juga ya kalo gak jualan, kan pada mudik kosernya… berarti pendapatannya hampir mendekati sama dengan nol dong. Ck…ck…ck…
Kita berpindah ke tempat wisata.
Kondisi berbeda terjadi pada sektor pariwisata. Pengunjung yang dating berlipat lipat sampai keitung berapa kali melipatnya. Penjaja makanan, minuman, oleh-oleh, dan segala aksesoris khas dari tempat wisata akan banyak didatangi oleh wisatawan. Oh iya, tukang parker juga kebanjiran kendaraan. Weeee, ini juga sektor ekonomi yang gak pernah sepi. Mulai dari warung lesehan, warung kaki lima, sampai rumah makan atau resto akan menambah jumlah belanjanya untuk menyediakan jamuan bagi wisatawan yang mampir.
Sepertinya terlalu panjang dan tinggi penulis menyampaikan pendapatnya.
Langsung ditarik kesimpulannya aja ya, intinya kondisi yang sangat berbeda terjadi pada masyarakat Jogja pada musim ini. Dan ini yang penulis namakan pemerataan. Sewaktu musim kuliah orang-orang pada menyetor rupiah ke kantong-kantong warga sekitar kampus, ketika musim liburan dating gentian deh yang disetori rupiah. Bahasa pintarnya “ijolan nggon”.
Hehe, keep writing…^_^
Semangat selalu.

No comments:

Post a Comment